04 Maret 2014

malaikat hujan

aku tak pernah menyangka akan bertemu lagi denganmu. kau hadir bersama hujan yang saat itu tiba-tiba turun. aku tak pernah berharap pada hal-hal yg menurutku tak mungkin, karna aku takut untuk terluka.
saat pandangan matamu dan mataku bertemu, aku ingin menyapa namun kata-kata hallo itu tertahan ditenggorokanku. seperti air mata yang tertahan dimataku. mata teduhmu dinaungi oleh alis mata tegas dan mempesona. kau serupa malaikat hujan, indah namun hanya untuk ku kagumi.
bagimu aku hanya orang asing yg bahkan tak kau kenal namanya. yang bahkan tak terlihat dalam jarak pandangmu. namun bagiku kau adalah kebahagiaan.
tiba-tiba aku menyukai hujan dihari minggu itu. karna hari itu hujan membawa malaikatnya turun bersama.
aku tak berharap bertemu lagi denganmu. karena malaikat tak datang tiap saat. malaikat hanya untuk ku kagumi, bukan untuk ku miliki.
tawa dan senyummu telah terbingkai indah dalam memori otakku.
tuhan, jaga senyummu itu. jangan biarkan kesedihan terlukis diwajahnya.

-shinta

17 Februari 2014

aku...

aku bukan orang yang piawai menunjukkan perasaanku. tak pandai melupakan dengan tanpa bekas. aku senang dekat denganmu, tapi aku takut. aku hanya terus membentengi diri. agar pertahanan hatiku tak goyah. agar aku tak jatuh lagi kedasar yang sama berkali kali. ya, aku seperti orang yang berdiri dipinggir jurang yang kapan pun bisa terjatuh.
aku lelah merasakan cinta yang tak ada ujung kebahagian. lelah merasakan harap yang tak pernah tersambut, seperti tangan yang terentang namun tak mendapat dekapan. aku terus memagari hati. agar tak jatuh cinta padamu lagi. agar tak meneteskan air mata lagi pada hal sama.
aku takut merasakan sakit lagi karna cinta yang tak bersambut. karna cinta yang tersangkut dalam mimpi yang tak nyata.  aku tahu kau tak anggap aku lebih dari orang yang hanya kau kenal. bukan orang yang kau ingin jadikan orang yang lebih dari kenal. bukan orang yang membuatmu bersemangat untuk tidur agar bertemu dengannya dalam mimpi. bukan orang yang kau sebut namanya saat kau rindu.

                             shin-ta

06 Februari 2014

Kamu....

kamu, seseorang yang pertama kali membuatku merasa benar-benar jatuh cinta. benar-benar membuatku merasa jatuh sejatuh jatuhnya. hingga aku merasa tak mampu berdiri lagi. hingga aku berharap kau tak pernah lulus dan mengganti seragammu menjadi putih abu-abu agar aku bisa selalu bersamamu.agar aku bisa selalu memandang wajah dan tawamu.

kamu, adalah satu-satnya orang yang bisa membuatku benar-benar merasa jatuh cinta. orang yang benar-benar bisa membuatku bertahan dengan cinta tanpa kata bertahun-tahun. orang yang membuatku selalu membayangkan wajahnya saat aku memejamkan mataku. dulu aku hanyalah anak kecil berseragam putih biru, yang masih takut mengungkapkan cintanya. yang masih tak mengerti bagaimana cara menunjukan cintanya. yang masih malu-malu mengatakan isi hatinya.

aku tak tahu mengapa kini  aku tak bisa lagi mencintai orang lain sedalam aku mencintaimu?. mengapa aku tak bisa lagi merindukan orang lain sedalam aku merindukanmu?. padahal aku sangsi apa kau tahu tentang rindu yang ku simpan rapat dihatiku. tentang cinta yang tak terucap dalam mulutku. tentang doa yang selalu ku lantunkan untukmu. tentang air mata yang diam-diam ku jatuhkan saat aku melihatmu bersama kekasihmu. sepertinya aku memang hanya bisa mencintaimu, seperti burung yang terperangkap dalam sangkar kecil. yang tak bisa kemana-mana. dan aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. 



-Shinta

14 Januari 2014

Slank - Ku Tak Bisa

Pernah berpikir 'tuk pergiDan terlintas tinggalkan kau sendiriSempat ingin sudahi sampai di siniCoba lari dari kenyataan
Tapi ku tak bisa jauh jauh darimuKu tak bisa jauh jauh darimu
Lalu mau apa lagiKalau kita sudah gak saling mengertiSampai kapan bertahan seperti iniDua hati bercampur emosi
Tapi ku tak bisa jauh jauh darimuKu tak bisa jauh jauh darimu
Sabar sabar aku coba sadarSadar sadar seharusnya kita sadarKau dan aku terciptaGak boleh terpisah
Dan tak bisa jauh jauh darimuKu tak bisa jauh jauh darimu (3x)

11 Desember 2013

Persimpangan jalan

Jalan setapak yang ku lalui tak pernah sama dengan yang kau lalui. Kita tak pernah berada dalam satu arah. Aku melihatmu, disana, dipersimpangan jalan yang ku lalui.
Aku menggapai-gapaimu. Ingin menjadikanmu milikku. Tapi tanganku tak mampu menjangkaumu. Kau terlalu jauh bahkan ketika kau ada didepanku.
Tuhan, terlalu serakah kah aku jika mengharapkannya?
Aku terus berjalan, menyusuri jalan yang bahkan aku tak tahu dimana ujungnya. Tak ku temukan satu celah pun untuk berada dijalan yang sama denganmu.
Tuhan, apakah aku memang tak ditakdirkan bersamanya?
Kau masih disana, dipersimpangan jalan itu. Kini, bahkan kau bersamanya. Berjalan beriringan dengan tawa yang melukis wajahmu. Dan kau semakin jauh dari jarak pandangku.
Namun, saat aku menutup mata. Aku bisa melihatmu. Dalam dunia khayalku. Dengan skenario yang ku rancang sendiri. Kita bersama, dan tawamu jadi milikku. Kita bahagia.
Tuhan, biarkan aku bermimpi.

-shinta

20 November 2013

Tears

Aku tahu aku tak seharusny menangis. Tapi mengapa aku tetap menangis?
Aku mencoba menjauh dari semua bayangmu tapi aku terus tertarik ke arah mu. Hal ini menyakitkan menjadi satu-satunya yang mengharapkanmu. Menjadi satu-satunya yang merasa seperti ini.
Kau tak pernah melihat kearah ku.
Aku mencoba untuk mendakat namun kau berlari semakin jauh. Aku menyadari satu hal, aku telah jatuh untukmu. Jatuh terlalu dalam.
Walau aku tak tahu apapun, tapi aku tahu aku mencintaimu.
Jangan berlari. Jangan menjauh. Tetaplah berada dalam jarak pandangku. Walau kau tak mencintaiku. Walau kau tak pernah melihat kearahku. Walau menyakitkan. Tidak apa-apa asal aku masih bisa melihatmu.
Air mataku tak mau berhenti. Tetap mengalir walau aku terus berkata tidak apa-apa.
Tak seharusnya aku seperti ini. Namun semakin aku ingin melupakan perasaanku semakin dalam dan semakin dalam. Aku tahu kau hanya melihat kearahnya saat aku melihat kearahmu. Namun aku tak bisa mengalihkan mataku.
Air mata sialan ku ini benar-benar tak mau berhenti walau aku berkata lelah.
Aku orang-orangan sawah yang berdiri dengan satu kaki. Memandangmu tanpa berfikir bisa menyentuhmu.benar-benar tak bisa menyentuhmu. Dan terus menggumam aku mencintaimu. Mencintaimu.
Tidak. Aku tidak bisa berhenti seperti air mataku yang tak bisa berhenti.

17 Oktober 2013

Bukan aku

Ah ku genggam erat gelas berisi coklat hangat ditanganku. Diluar hujan masih terus turun tanpa menunjukan tanda akan berakhir. Dari jendela kamarku, ku pandangi rintik-rintik air yg turun sambil sesekali menyesap coklat hangat ini. Entahlah, aku harus menyesal atau bagaimana. Saat ku lihat rintik air itu aku merasakan sendu dalam jiwaku. Teringat tentang betapa bodoh dan jahatnya aku. Seharusnya aku tak perlu memikirkan, seharusnya aku tak perlu terlalu dekat. Dia tidak ditakdirkan untuk bersamaku, dia tidak ditakdirkan untuk ku miliki. Mungkin, bahkan untuk sekedar memendam pun aku tak berhak, kau memang akan selalu untuknya.
Aku terlalu serakah merangkai tawa tanpa ingat akan duka yang pasti datang.
Seharusnya aku melukis jarak agar tau dimana tempatku dan tempatmu. Kau mungkin hanya anggap aku seperti badut sulap yang bisa buat kau tertawa, yang kau jadikan lelucon penghibur hati.
Aku berkali kali membuat tameng agar tak semakin dalam, agar tak merusak kebahagian dia dan kamu.
Dulu aku tak pernah anggap ini berarti, sama seperti kamu yang hanya anggap ini permainan.
Aku memang tak pantas dibandingkan dengan dia yang terlalu sempurna, aku tau bahkan aku tidak akan jadi sebuah pilihan. Dia terlalu sempurna untuk kau palingkan. Aku tau itu. Dan aku tak berharap hujan ini menjadi pelangi.