06 April 2014

ini tentang kamu

sesaat aku bingung apa yang ingin ku tulis. karena aku tak paham apa yang kurasakan.
namun aku ingin menulis tentangmu. walau hanya tulisan abstrak yang tak kan kau pahami atau pun tak kan kau baca.

Bagaimana rasa yang ada dalam hatimu?
apa yang kau fikirkan tentang aku?
apa ada debar yang menggelitik dijantungmu saat mata kita bertemu?

begitu banyak pertanyaan dibenakku tentang kamu.

aku pernah berfikir untuk menyapamu. memberitahukan namaku padamu. agar ada aku difikiranmu.
namun hanya untuk bertatapan denganmu saja aku tak sanggup. bibirku kelu. otakku seakan tak dapat bekerja dengan baik dan jantungku terasa seakan tak terkendali.
aku selalu diam-diam mencuri pandang kearahmu, penasaran tentang apa yang sedang kau lakukan dan menatap wajahmu yang menurutku tercetak sempurna itu.

aku tidak akan menulis tentang aku disini.
 namun ini tentang kamu dan hujan yang tiba-tiba menjadi bagian dari kisahku yg lain.
yang tiba-tiba menjadi bagian dari tema ceritaku beberapa hari ini, tanpa kamu ketahui.
 entah mengapa pertemuan kita selalu ditemani dengan hujan. 
hujan yang sangat aku sukai.

aku pernah merasa kau pun menatapku saat pandangan mataku ku edarkan darimu.
entah itu kenyataan atau hanya sebuah delusi ku.
ada perasaan berharap yang diam-diam terselip dalam hatiku.
berharap hujan tak pernah berhenti agar kita selalu bisa bertemu.
berharap kau mengetahui perasaanku.
berharap kau benar-benar menatapku.
berharap kau menyebut namaku walau hanya sekali.

aku menyukai alis mata yang membingkai tegas matamu. 
seakan-akan aku tak akan bisa bosan dengan pemandangan itu.
 aku menyukai suaramu saat kau berbicara.
aku diam-diam tersenyum saat mendengarnya.


iya, ini tentang kamu yang begitu mengagumkan untukku.

-penggemar rahasiamu :)

05 April 2014

bisikan hati

rintik-rintik hujan mulai menetes. semakin lama semakin deras. aku menengadahkan kepalaku menatap awan kelabu, merasakan tetesan hujan dan angin dingin menerpa kulit wajahku. tak ingin ku pejamkan mata, karna aku tahu air yg tergenang dimataku pasti akan ikut terjatuh.
aku memeluk diriku sendiri, sambil menahan sesak dan tangis tersembunyi. aku benar-benar bangga pada diriku sendiri yang sangat pintar berakting. aku bertepuk tangan untuk diriku yang sangat pandai berdusta.
aku sangat piawai melakoni peranku sebagai gadis kuat dan selalu baik-baik saja.
terkadang aku muak pada diriku sendiri, muak pada tawa yg ku tunjukan, muak pada dusta yg ku katakan. dan muak pada semua yg terjadi padaku.
aku tak pernah baik-baik saja. aku terluka. terluka oleh keegoisan diriku sendiri.
hidupku hanya penuh sandiwara dan kebohongan yg ku rangkai sendiri. aku bahkan tak pernah tau, mana diriku yg sebenarnya. mana tawa yg tulus dan mana tawa yg menyedihkan? aku takut, karna aku mulai merasa kebas.
aku pernah mengatakan bahwa aku tak pernah berharap pada suatu hal yg tak bisa ku gapai, tp nyatanya aku selalu berharap.
aku berdusta, entah untuk apa.
aku bahkan tak pernah tau siapa orang-orang yg benar-benar aku cinta. siapa orang-orang yg benar-benar aku rindukan dan siapa orang-orang yg benar-benar aku butuhkan.
aku tak pernah mengerti, bagaimana cara menggunakan hatiku lagi.

-snt

04 Maret 2014

malaikat hujan

aku tak pernah menyangka akan bertemu lagi denganmu. kau hadir bersama hujan yang saat itu tiba-tiba turun. aku tak pernah berharap pada hal-hal yg menurutku tak mungkin, karna aku takut untuk terluka.
saat pandangan matamu dan mataku bertemu, aku ingin menyapa namun kata-kata hallo itu tertahan ditenggorokanku. seperti air mata yang tertahan dimataku. mata teduhmu dinaungi oleh alis mata tegas dan mempesona. kau serupa malaikat hujan, indah namun hanya untuk ku kagumi.
bagimu aku hanya orang asing yg bahkan tak kau kenal namanya. yang bahkan tak terlihat dalam jarak pandangmu. namun bagiku kau adalah kebahagiaan.
tiba-tiba aku menyukai hujan dihari minggu itu. karna hari itu hujan membawa malaikatnya turun bersama.
aku tak berharap bertemu lagi denganmu. karena malaikat tak datang tiap saat. malaikat hanya untuk ku kagumi, bukan untuk ku miliki.
tawa dan senyummu telah terbingkai indah dalam memori otakku.
tuhan, jaga senyummu itu. jangan biarkan kesedihan terlukis diwajahnya.

-shinta

17 Februari 2014

aku...

aku bukan orang yang piawai menunjukkan perasaanku. tak pandai melupakan dengan tanpa bekas. aku senang dekat denganmu, tapi aku takut. aku hanya terus membentengi diri. agar pertahanan hatiku tak goyah. agar aku tak jatuh lagi kedasar yang sama berkali kali. ya, aku seperti orang yang berdiri dipinggir jurang yang kapan pun bisa terjatuh.
aku lelah merasakan cinta yang tak ada ujung kebahagian. lelah merasakan harap yang tak pernah tersambut, seperti tangan yang terentang namun tak mendapat dekapan. aku terus memagari hati. agar tak jatuh cinta padamu lagi. agar tak meneteskan air mata lagi pada hal sama.
aku takut merasakan sakit lagi karna cinta yang tak bersambut. karna cinta yang tersangkut dalam mimpi yang tak nyata.  aku tahu kau tak anggap aku lebih dari orang yang hanya kau kenal. bukan orang yang kau ingin jadikan orang yang lebih dari kenal. bukan orang yang membuatmu bersemangat untuk tidur agar bertemu dengannya dalam mimpi. bukan orang yang kau sebut namanya saat kau rindu.

                             shin-ta

06 Februari 2014

Kamu....

kamu, seseorang yang pertama kali membuatku merasa benar-benar jatuh cinta. benar-benar membuatku merasa jatuh sejatuh jatuhnya. hingga aku merasa tak mampu berdiri lagi. hingga aku berharap kau tak pernah lulus dan mengganti seragammu menjadi putih abu-abu agar aku bisa selalu bersamamu.agar aku bisa selalu memandang wajah dan tawamu.

kamu, adalah satu-satnya orang yang bisa membuatku benar-benar merasa jatuh cinta. orang yang benar-benar bisa membuatku bertahan dengan cinta tanpa kata bertahun-tahun. orang yang membuatku selalu membayangkan wajahnya saat aku memejamkan mataku. dulu aku hanyalah anak kecil berseragam putih biru, yang masih takut mengungkapkan cintanya. yang masih tak mengerti bagaimana cara menunjukan cintanya. yang masih malu-malu mengatakan isi hatinya.

aku tak tahu mengapa kini  aku tak bisa lagi mencintai orang lain sedalam aku mencintaimu?. mengapa aku tak bisa lagi merindukan orang lain sedalam aku merindukanmu?. padahal aku sangsi apa kau tahu tentang rindu yang ku simpan rapat dihatiku. tentang cinta yang tak terucap dalam mulutku. tentang doa yang selalu ku lantunkan untukmu. tentang air mata yang diam-diam ku jatuhkan saat aku melihatmu bersama kekasihmu. sepertinya aku memang hanya bisa mencintaimu, seperti burung yang terperangkap dalam sangkar kecil. yang tak bisa kemana-mana. dan aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. 



-Shinta

14 Januari 2014

Slank - Ku Tak Bisa

Pernah berpikir 'tuk pergiDan terlintas tinggalkan kau sendiriSempat ingin sudahi sampai di siniCoba lari dari kenyataan
Tapi ku tak bisa jauh jauh darimuKu tak bisa jauh jauh darimu
Lalu mau apa lagiKalau kita sudah gak saling mengertiSampai kapan bertahan seperti iniDua hati bercampur emosi
Tapi ku tak bisa jauh jauh darimuKu tak bisa jauh jauh darimu
Sabar sabar aku coba sadarSadar sadar seharusnya kita sadarKau dan aku terciptaGak boleh terpisah
Dan tak bisa jauh jauh darimuKu tak bisa jauh jauh darimu (3x)

11 Desember 2013

Persimpangan jalan

Jalan setapak yang ku lalui tak pernah sama dengan yang kau lalui. Kita tak pernah berada dalam satu arah. Aku melihatmu, disana, dipersimpangan jalan yang ku lalui.
Aku menggapai-gapaimu. Ingin menjadikanmu milikku. Tapi tanganku tak mampu menjangkaumu. Kau terlalu jauh bahkan ketika kau ada didepanku.
Tuhan, terlalu serakah kah aku jika mengharapkannya?
Aku terus berjalan, menyusuri jalan yang bahkan aku tak tahu dimana ujungnya. Tak ku temukan satu celah pun untuk berada dijalan yang sama denganmu.
Tuhan, apakah aku memang tak ditakdirkan bersamanya?
Kau masih disana, dipersimpangan jalan itu. Kini, bahkan kau bersamanya. Berjalan beriringan dengan tawa yang melukis wajahmu. Dan kau semakin jauh dari jarak pandangku.
Namun, saat aku menutup mata. Aku bisa melihatmu. Dalam dunia khayalku. Dengan skenario yang ku rancang sendiri. Kita bersama, dan tawamu jadi milikku. Kita bahagia.
Tuhan, biarkan aku bermimpi.

-shinta